Manusia di Balik Aliran Hagen-Poiseuille dan Pengukuran Tekanan Darah Dini

0
3

Jean-Louis-Marie Poiseuille mengubah cara kita memahami dinamika fluida dalam tubuh manusia. Dokter dan ahli fisiologi Perancis ini lahir di Paris pada tanggal 22 April 1797. Ia meninggal di sana lebih dari 72 tahun kemudian, pada tanggal 26 Desember 1869.

Ia memperoleh gelar kedokterannya pada tahun 1828. Kemudian ia membuka praktik di kota. Namun fokus sebenarnya adalah sirkulasi. Dia ingin tahu bagaimana darah mengalir melalui pembuluh darah.

Untuk mengetahuinya, dia melakukan eksperimen. Dia memompa cairan melalui tabung sempit. Hasilnya memberinya ekspresi matematis. Ini menggambarkan aliran laminar. Artinya gerakannya mulus dan tidak turbulen. Rumusnya menunjukkan bahwa laju aliran bergantung pada tiga hal:

  • Viskositas cairan
  • Penurunan tekanan disepanjang tabung
  • Diameter tabung

Gotthilf Hagen, seorang insinyur hidrolik Jerman, menemukan jawabannya secara mandiri. Jadi relasinya sering disebut persamaan Hagen-Poiseuille. Ini tetap menjadi landasan hemodinamik saat ini.

Poiseuille juga memberikan kontribusi penting lainnya. Ia diyakini sebagai dokter pertama yang menggunakan manometer air raksa untuk mengukur tekanan darah. Sebelumnya, tidak ada cara yang dapat diandalkan untuk mengukur tekanan di dalam arteri.

Karyanya menjembatani fisika dan kedokteran. Dia tidak hanya mengamati gejalanya. Dia menghitungnya.

“Laju aliran ditentukan oleh viskositas fluida, penurunan tekanan sepanjang tabung, dan diameter tabung.”

Ketepatan ini membantu meletakkan dasar bagi kardiologi modern. Kami masih menggunakan prinsipnya untuk memahami resistensi di kapal kecil.

Mengapa hal ini penting sekarang? Karena setiap kali dokter memeriksa tekanan darah Anda atau mempelajari penyumbatan arteri, mereka menggunakan perhitungan Poiseuille. Persamaannya tidak hanya abstrak. Itu ada di pembuluh darahmu.