Otot bukan hanya tentang terlihat kuat. Ini adalah mesin metabolisme. Ini mengontrol gula darah, mendukung kesehatan tulang, dan membuat Anda terus bergerak. Kalah, dan yang lainnya akan menyusul.
Kebanyakan orang menerima hilangnya otot sebagai bagian yang tak terelakkan seiring bertambahnya usia. Setelah tiga puluh, berat badan Anda turun sekitar 8% setiap dekade jika Anda tidak melawan. Ini menyedihkan. Itu tenang. Dan untuk waktu yang lama, sains hanya mengangkat bahu.
Namun penelitian baru dari Universitas Kyushu menunjukkan bahwa masalahnya bukan hanya kerusakan. Itu korosi. Secara harfiah. Sinyal kimia yang memberitahu otot Anda untuk memperbaiki diri menjadi “berkarat” seiring berjalannya waktu.
Mengapa HGF berhenti bekerja seiring bertambahnya usia?
Otot menyembuhkan dirinya sendiri menggunakan protein yang disebut faktor pertumbuhan hepatosit (HGF). Bayangkan HGF sebagai jam alarm untuk kru perbaikan Anda. Saat Anda melukai serat, HGF membangunkan sel induk. Mereka berkembang biak. Mereka memperbaiki kerusakannya.
Pada otot muda yang sehat, ini bekerja dengan sempurna. Pada otot yang lebih tua, otot tersebut terhenti.
Inilah masalahnya: HGF tidak hilang. Itu masih di sana. Namun ia mengalami perubahan kimia yang disebut nitrasi. Proses ini mengubah tempat berlabuhnya protein.
Bayangkan sebuah kunci. Kunci berkarat. Giginya masih ada, tapi tersumbat. Itu tidak akan membuka kuncinya.
HGF adalah kuncinya. Nitrasi adalah karatnya. Ini mencegah protein mengikat sel induk. Tanpa koneksi itu, perbaikan akan terhenti. Serat melemah. Jaringan parut dan lemak menyusup masuk. Serat yang bergerak cepat—yang menggerakkan gerakan cepat dan eksplosif—melambat terlebih dahulu.
Apa itu LASSS dan bagaimana cara mengatasi karat?
Para peneliti membutuhkan senyawa yang dapat menghentikan nitrasi ini atau mengimbanginya. Mereka mengamati antioksidan berbasis sulfur. Khususnya, trisulfida.
Dua molekul berhasil:
– Glutathione trisulfida (GSSG)
– Asam lipoat trisulfida (LABSS atau LASSS)
Pada pengujian awal, keduanya mengurangi kerusakan kimia. Namun hanya satu yang benar-benar memperbaiki sambungannya.
LASSS melakukan sesuatu yang tidak terduga. Itu tidak hanya melindungi HGF dari karat. Tampaknya untuk meningkatkannya. Jika digabungkan dalam rasio yang tepat, LASSS meningkatkan kemampuan HGF untuk mengikat sel induk lebih dari dua kali lipat.
Ini menciptakan apa yang oleh tim disebut “Super HGF”.
Itu bukanlah perbaikan sebagian. Itu adalah perubahan struktural yang membuat sinyal lebih kuat dan lebih tahan terhadap nitrasi. GSGS? Tidak berpengaruh. LASSS mengubah permainan.
Apakah ini berhasil pada organisme hidup?
Hidangan laboratorium adalah satu hal. Tubuh hidup adalah hal lain. Tim menguji LASSS pada tikus dengan atrofi otot.
Hasilnya bertahan. Tikus yang diobati dengan LASSS memiliki kerusakan HGF yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kelompok yang tidak diobati. Otot-otot mereka mempertahankan lebih banyak fungsi. Sekali lagi, GSSG tidak menunjukkan manfaat perlindungan.
Mengapa tikus? Karena mereka berbagi lebih dari 95% gen manusia. Ini adalah langkah standar pertama. Tapi itu bukan jaminan.
Kita membutuhkan penelitian pada hewan yang menua. Lalu manusia. Kita perlu tahu apakah LASSS aman dalam jangka panjang. Apakah itu menimbulkan efek samping? Berapa dosisnya? Saat ini, data mouse cukup menggembirakan. Ini membuktikan mekanisme tersebut bekerja di luar tabung reaksi. Namun ini bukanlah obat yang bisa Anda beli.
Bagaimana cara menjaga otot sekarang?
Penelitian ini mengubah narasinya. Kehilangan otot bukan hanya kerusakan pasif. Itu adalah sinyal yang rusak. Dan mungkin, pada akhirnya, kita bisa memperbaiki sinyal tersebut.
Hingga saat ini, aturan lama masih berlaku.
- Angkat benda berat. Latihan ketahanan adalah stimulus paling ampuh untuk retensi otot.
- Makan protein. Anda membutuhkan bahan mentah untuk membangun jaringan.
- Tetap aktif. Gerakan menjaga jalur sinyal tetap terbuka.
Faktor gaya hidup ini membantu, namun tidak menghentikan nitrasi. Mereka mengatasinya. LASSS mengatasi akar permasalahan. Jika senyawa ini dimasukkan ke dalam uji klinis, hal ini dapat mengubah cara kita menangani sarkopenia. Atau istirahat di tempat tidur yang lama. Atau bahkan dokter hewan yang merawat anjing dan kucing yang menua. HGF dilestarikan di seluruh spesies.
Penemuan ini masih segar. Rak apotek kosong. Tapi mekanismenya jelas.
Otot tidak mati begitu saja. Itu diblokir. Dan mungkin, suatu hari nanti, kita akan memiliki kunci pembuka blokirnya.


























