Minum Minuman Keras Sesekali Terkait dengan Kerusakan Hati yang Signifikan

0
8

Penelitian baru menegaskan bahwa konsumsi alkohol yang jarang namun berlebihan—meskipun total asupan mingguannya dalam jumlah sedang—dapat membahayakan hati. Studi ini menyoroti bahwa cara Anda minum sama pentingnya dengan berapa banyak Anda minum secara keseluruhan. Hal ini sangat relevan mengingat kesalahpahaman umum bahwa “menabung” minuman untuk akhir pekan atau acara-acara khusus tidak berbahaya.

Polanya Penting, Bukan Hanya Kuantitasnya

Brian P. Lee, ahli hepatologi di Keck Medicine of USC, menekankan, “Pola minum Anda penting.” Studi ini menemukan korelasi yang jelas antara minum alkohol secara berlebihan—yang didefinisikan sebagai empat minuman atau lebih untuk wanita atau lima minuman atau lebih untuk pria dalam satu sesi—dan peningkatan kerusakan hati. Peserta yang melakukan perilaku ini hampir tiga kali lebih mungkin mengalami jaringan parut pada hati yang parah dan 70% lebih mungkin untuk menunjukkan jaringan parut pada tahap awal dibandingkan dengan mereka yang menghindari minuman beralkohol secara berlebihan. Sekitar 24% dari mereka yang menderita steatohepatitis terkait metabolik (MASLD) yang sering minum alkohol menunjukkan tanda-tanda kerusakan hati, dibandingkan 15,6% pada kelompok kontrol.

MASLD: Epidemi Senyap

MASLD adalah bentuk penyakit hati kronis yang paling umum di AS, dan banyak orang masih tidak terdiagnosis karena kurangnya gejala awal. Hal ini membuat temuan ini sangat memprihatinkan, karena kerusakan hati dapat berkembang secara signifikan sebelum terdeteksi. Hati dapat berfungsi secara efektif bahkan dengan kerusakan parah, yang berarti banyak orang mungkin tidak menyadari kondisi mereka sampai kondisi tersebut diketahui melalui laboratorium atau pencitraan rutin.

Mengapa Pesta Minuman Keras Lebih Berbahaya

Studi tersebut menunjukkan bahwa membebani hati dengan alkohol dalam jumlah besar dalam waktu singkat akan membebani kapasitas metabolismenya. Berbeda dengan konsumsi yang terus menerus, pesta berlebihan memaksa organ untuk memproses beban yang berlebihan, menyebabkan peradangan dan mempercepat jaringan parut. Hati memerlukan waktu untuk memetabolisme alkohol; ketika didorong melebihi kapasitasnya, kerusakan meningkat secara signifikan.

Reversibilitas dan Penelitian Masa Depan

Kabar baiknya adalah penyakit hati sering kali dapat disembuhkan, terutama pada tahap awal. Tidak mengonsumsi alkohol dapat membawa perbaikan besar, dan penumpukan lemak berpotensi hilang dalam beberapa minggu. Namun, jaringan parut yang ada mungkin memerlukan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk pulih, dan pemulihan total tidak selalu dapat dijamin.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan hubungan sebab akibat yang pasti antara konsumsi alkohol berlebihan dan dampak hati yang parah, seperti gagal hati atau kebutuhan untuk transplantasi. Penelitian saat ini menggunakan laporan konsumsi alkohol yang dilaporkan sendiri, yang mungkin menimbulkan ketidakakuratan. Terlepas dari keterbatasan ini, temuan ini sangat menunjukkan bahwa konsumsi dalam jumlah sedang secara konsisten jauh lebih aman dibandingkan konsumsi alkohol dalam jumlah banyak secara sporadis.

Kesimpulan utamanya adalah bahwa jarang makan berlebihan bukanlah alternatif yang tidak berbahaya dibandingkan minum secara teratur dalam jumlah sedang; mereka dapat menyebabkan kerusakan hati yang signifikan.