Vaksin Herpes Zoster Terkait dengan Penuaan Biologis yang Lebih Lambat, Penelitian Baru Menunjukkan

0
18

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa vaksin herpes zoster, khususnya Shingrix, mungkin menawarkan manfaat selain mencegah wabah yang menyakitkan. Data menunjukkan bahwa vaksin dikaitkan dengan penuaan biologis yang lebih lambat, pengurangan peradangan, dan bahkan perlindungan terhadap kejadian jantung dan penurunan kognitif.

Peradangan, Penuaan, dan Vaksin Herpes Zoster

Peradangan kronis tingkat rendah—sering disebut “peradangan”—adalah penyebab utama penyakit yang berkaitan dengan usia seperti penyakit jantung dan demensia. Vaksin herpes zoster tampaknya mampu melawan proses ini. Sebuah studi yang menganalisis data terhadap lebih dari 18.700 orang dewasa AS berusia 50+ menemukan bahwa individu yang divaksinasi memiliki 17% lebih rendah tingkat protein C-reaktif (CRP), yang merupakan penanda utama peradangan, dibandingkan dengan peserta yang tidak divaksinasi.

Para peneliti juga mengukur penuaan epigenetik menggunakan DunedinPACE, sebuah alat yang menilai laju penuaan biologis pada tingkat sel. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang menerima vaksinasi herpes zoster menunjukkan tanda-tanda penuaan yang lebih lambat dibandingkan dengan mereka yang tidak menerima vaksinasi. Hal ini menunjukkan bahwa vaksin tersebut tidak hanya mencegah suatu penyakit; itu mungkin memperlambat penurunan tubuh secara keseluruhan.

Manfaat Kesehatan yang Lebih Luas

Efek vaksin ini lebih dari sekadar peradangan. Penelitian tambahan telah mengaitkannya dengan:

  • Mengurangi risiko kejadian jantung: Penelitian menunjukkan bahwa vaksin dapat mengurangi separuh tingkat masalah jantung serius bagi mereka yang sudah memiliki penyakit jantung sebelumnya.
  • Perlindungan kognitif: Vaksin ini dapat mencegah atau menunda demensia dan gangguan kognitif ringan.
  • Risiko kematian yang lebih rendah: Penderita demensia yang menerima vaksinasi memiliki risiko kematian yang lebih rendah.

Cara Kerja: Pengendalian Virus dan Modulasi Kekebalan Tubuh

Vaksin herpes zoster tampaknya bekerja melalui berbagai mekanisme. Pertama, mencegah pengaktifan kembali virus varicella-zoster (virus yang menyebabkan cacar air dan herpes zoster), sehingga mengurangi beban peradangan pada tubuh. Kedua, bahan pembantu dalam Shingrix (AS01B) meningkatkan respons imun dan mungkin memiliki efek modulasi kekebalan yang lebih luas yang bermanfaat bagi kesehatan secara keseluruhan.

Usia Biologis vs. Kronologis

Penting untuk membedakan antara usia kronologis (tahun hidup) dan usia biologis (bagaimana sel dan jaringan Anda berfungsi). Dua orang berusia 55 tahun dapat memiliki usia biologis yang sangat berbeda tergantung pada genetika, gaya hidup, dan sekarang, kemungkinan besar, status vaksinasi.

Siapa yang Harus Divaksinasi?

CDC merekomendasikan vaksin herpes zoster untuk:

  • Dewasa berusia 50 tahun ke atas
  • Dewasa berusia 19 tahun ke atas dengan sistem kekebalan tubuh lemah

Vaksin ini diberikan dalam rangkaian dua dosis, dengan suntikan kedua diberikan 2 hingga 6 bulan setelah suntikan pertama. Hal ini juga dapat mencegah serangan herpes zoster di masa depan bagi mereka yang sudah tertular virus.

Kesimpulannya, penelitian terbaru menunjukkan bahwa vaksin herpes zoster dapat memperlambat penuaan biologis, mengurangi peradangan, dan memberikan manfaat kesehatan yang lebih luas selain hanya mencegah penyakit. Meskipun studi observasional tidak dapat membuktikan sebab akibat, masuk akal secara biologis dan semakin banyak bukti menjadikan hal ini sebagai argumen yang kuat untuk mempertimbangkan vaksinasi.