Almond adalah pembangkit tenaga nutrisi, dikemas dengan protein, serat, magnesium, dan lemak sehat. Baik Anda lebih menyukainya mentah, dipanggang, atau dalam bentuk olahan, setiap metode konsumsi menawarkan manfaat unik. Panduan ini menguraikan cara paling sehat untuk menikmati kacang almond, menurut ahli diet, dan menjelaskan apa yang harus diperhatikan untuk memaksimalkan nilai gizinya.
Mentah vs. Panggang: Debat Inti
Pilihan paling mendasar adalah mengonsumsi almond mentah atau dipanggang. Almond mentah mempertahankan profil nutrisi lengkapnya tanpa tambahan natrium atau kalori yang tidak perlu. Memanggang, sekaligus meningkatkan rasa dan kerenyahan, memecah dinding sel, membuat penyerapan lemak lebih mudah—tetapi juga sedikit mengurangi kepadatan nutrisi.
Ahli diet umumnya merekomendasikan almond panggang kering dibandingkan varietas yang sangat asin atau bergula. Kuncinya adalah memilih opsi dengan bahan tambahan minimal.
Merendam Almond: Mitos vs Kenyataan
Beberapa orang menganjurkan untuk merendam almond untuk meningkatkan daya cerna, mirip dengan kacang-kacangan. Namun, penelitian saat ini tidak meyakinkan. Marisa Moore, RDN, mencatat bahwa “perendaman mengubah tekstur dan membuatnya lebih mudah dikunyah, namun tidak berdampak signifikan pada nutrisi atau pencernaan.”
Jika Anda kesulitan mengunyah atau lebih menyukai tekstur yang lebih lembut, berendam selama 12–24 jam adalah pilihan yang tepat. Namun jangan mengharapkan perbaikan pencernaan yang dramatis.
Selain Kacang: Mentega, Susu, dan Tepung
Almond tidak terbatas pada ngemil. Mereka berubah menjadi bahan serbaguna:
Mentega Almond: Peningkatan yang Nyaman
Mentega almond menghasilkan lemak dan protein sehat yang sama seperti almond utuh dalam bentuk krim. Satu porsi 2 sendok makan menyediakan sekitar 196 kalori, 6,7 gram protein, dan 17,7 gram lemak.
Pilih mentega almond alami tanpa tambahan gula atau minyak. Beberapa merek menggunakan almond yang direbus untuk menghaluskannya, dengan mengorbankan serat dari kulitnya. Pilihlah opsi yang tidak direbus jika Anda ingin retensi nutrisi maksimal.
Susu Almond: Alternatif Nabati
Susu almond adalah minuman rendah kalori dan ramah vegan. Segelas (240 ml) mengandung sekitar 45 kalori, 1,6 gram protein, dan 3 gram lemak.
Prioritaskan varietas tanpa pemanis dan diperkaya untuk memaksimalkan asupan kalsium, vitamin D, dan vitamin B12. Hati-hati dengan tambahan gula dan bahan tambahan yang tidak perlu dalam merek komersial.
Tepung Almond: Bahan Pokok Kue Bebas Gluten
Tepung almond adalah alternatif tepung terigu tradisional yang kaya protein dan serat. Dua sendok makan mengandung 93 kalori, 3,9 gram protein, dan 7,5 gram lemak.
Seperti mentega almond, tepung almond komersial sering kali menggunakan almond yang direbus. Jika Anda ingin mempertahankan serat secara maksimal, carilah pilihan yang tidak direbus atau buat sendiri dengan menggiling almond mentah.
Intinya: Prioritaskan Bentuk Utuh yang Belum Diproses
Almond memang sehat dalam bentuk apa pun, namun pendekatan yang paling bergizi adalah dengan mengonsumsinya mentah atau dipanggang tanpa tambahan garam, gula, atau minyak. Saat memilih produk olahan seperti mentega almond, susu, atau tepung, baca label dengan cermat dan prioritaskan bahan-bahan minimal. Pada akhirnya, cara terbaik mengonsumsi kacang almond adalah dengan cara Anda menikmatinya secara konsisten, menjadikannya bagian yang berkelanjutan dari makanan Anda.


























