Kesehatan Hormon: Membongkar 3 Mitos Umum, Menurut OB/GYN

0
18

Media sosial sering kali menyebarkan saran yang bertentangan mengenai kesehatan perempuan, sehingga membuat banyak orang bingung tentang apa yang sebenarnya berdampak pada hormon mereka. Untuk meredam kebisingan tersebut, Dr. Lucky Sekhon, seorang OB/GYN bersertifikat dan ahli endokrinologi reproduksi, menjelaskan tiga keyakinan yang tersebar luas. Inilah yang sebenarnya dikatakan sains.

Pelatihan Perlawanan & Keseimbangan Hormon: Ya yang Memenuhi Syarat

Sekhon menegaskan bahwa pelatihan ketahanan dapat berdampak positif pada kesehatan hormon, terutama dengan memerangi resistensi insulin. Jaringan otot lebih aktif secara metabolik dibandingkan lemak, yang berarti membantu tubuh memproses glukosa secara efisien. Peningkatan sensitivitas insulin kemudian menciptakan efek kaskade, yang juga berdampak pada seks, nafsu makan, dan hormon stres.

Banyak orang mengalami resistensi insulin pada tingkat tertentu, dan membangun otot adalah cara efektif untuk melawannya. Meskipun bukan obat ajaib, ini adalah alat yang ampuh untuk optimalisasi hormonal.

Stres & Kesuburan: Pemeriksaan Realita

Stres ekstrem dapat mengganggu kesuburan, terutama jika disertai dengan pembatasan kalori yang parah atau pengeluaran energi yang berlebihan. Jenis stres fisiologis ini dapat menekan hormon reproduksi, sehingga menyebabkan siklus tidak teratur dan gangguan ovulasi. Namun, penyebab stres sehari-hari akibat pekerjaan atau kehidupan pribadi kemungkinan besar tidak berdampak langsung pada kesuburan.

Mengelola stres kronis tetap penting, karena dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya, namun kepanikan terhadap tekanan sehari-hari sering kali tidak beralasan.

Diet & Kesuburan: Bukan Hanya Tentang Makanan

Meskipun pola makan sangatlah penting, Dr. Sekhon menekankan bahwa hal tersebut bukanlah satu-satunya penentu kesuburan. Pola makan kaya nutrisi, seperti pola makan Mediterania, dapat sangat mendukung kesehatan reproduksi. Pendekatan ini, yang dikenal karena manfaatnya bagi kesehatan jantung, juga meningkatkan kesuburan melalui banyaknya antioksidan, protein tanpa lemak, dan menghindari makanan olahan.

“Apa pun yang baik untuk kesehatan jantung cenderung lebih baik untuk kesuburan,” kata Sekhon. Namun, ini bukanlah obat untuk segalanya; faktor gaya hidup dan kondisi medis lainnya juga berperan.

Intinya

Mendukung kesehatan hormon memerlukan pendekatan holistik. Meskipun pola makan dan olahraga adalah alat yang ampuh, mengelola stres dan mencari bimbingan profesional tetap penting. Menyederhanakan proses secara berlebihan dapat menyebabkan frustrasi dan kesalahan informasi. Jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang kesehatan reproduksi, buku baru Dr. Sekhon, The Lucky Egg, memberikan saran berbasis bukti dalam menavigasi kesuburan pada setiap tahap kehidupan.