Apakah Penggunaan Riasan Sehari-hari Buruk untuk Kulit Anda? Perspektif Seorang Dokter Kulit

0
15

Banyak orang memakai riasan setiap hari, namun kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap kesehatan kulit adalah hal yang umum. Sebenarnya, riasan sehari-hari tidak pada dasarnya berbahaya, namun cara Anda menggunakannya – dan apa yang Anda gunakan – menentukan segalanya. Dermatologis menekankan bahwa kebiasaan perawatan kulit yang tepat lebih penting daripada menghindari riasan sama sekali.

Risiko Penggunaan Riasan yang Konsisten

Meskipun kerusakan langsung jarang terjadi, penggunaan riasan harian dalam jangka panjang dapat menyebabkan masalah kulit secara bertahap. Orang dengan jerawat, rosacea, atau eksim lebih rentan, namun siapa pun dapat mengalami masalah ini jika tindakan pencegahan tidak dilakukan. Masalah utamanya adalah pori-pori tersumbat, dermatitis kontak, tekanan pada pelindung kulit, dan berkurangnya perlindungan terhadap sinar matahari.

Pori-Pori Tersumbat dan Berjerawat : Riasan bercampur dengan minyak kulit, sel-sel mati, dan keringat menyumbat pori-pori, menyebabkan jerawat di dahi, pipi, dan leher. Produk dengan bahan yang dapat menyumbat pori-pori (seperti ester lemak atau bedak tertentu) meningkatkan risiko ini. Bedak berbahan dasar talk, khususnya, telah dikaitkan dengan timbulnya jerawat jika dicampur dengan minyak kulit.

Dermatitis Kontak : Pewangi, pewarna, pengawet, atau bahan keras pada riasan dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, gatal, atau pengelupasan. Mengoleskan riasan pada kulit yang sudah meradang akan memerangkap bakteri dan memperburuk peradangan.

Penghalang Kulit yang Terganggu : Produk yang tahan lama sering kali mengandung polimer pembentuk lapisan yang menciptakan lapisan pada kulit. Lapisan ini memerangkap minyak, keringat, dan polutan, sehingga mengganggu mikrobioma alami kulit (bakteri sehat yang melindungi kulit Anda). Penghalang yang melemah menyebabkan kekeringan, sensitivitas, dan lebih seringnya timbulnya jerawat.

Perlindungan Terhadap Sinar Matahari Tidak Memadai : Alas bedak dan pelembap berwarna dengan SPF sering kali tidak memberikan cakupan yang cukup kecuali jika diaplikasikan secara tebal dan merata, sesuatu yang tidak dilakukan kebanyakan orang. Penerapan kembali sepanjang hari juga penting, tetapi jarang dilakukan. Tanpa perlindungan terhadap sinar matahari yang tepat, kulit tetap rentan terhadap kerusakan, terutama bagi mereka yang memiliki warna kulit lebih terang atau lebih gelap (rentan mengalami hiperpigmentasi).

Kondisi Saat Ini & Iritasi Mata

Orang dengan kondisi seperti eksim, psoriasis, atau rosacea berisiko lebih tinggi terkena penyakit akibat bahan riasan. Jika flare muncul saat riasan diaplikasikan, bisa jadi itu penyebabnya.

Kulit di sekitar mata sangat sensitif. Tongkat maskara dan ujung eyeliner yang kotor menumpuk mikroba, sehingga meningkatkan risiko blepharitis (radang kelopak mata) atau bintit. Tidur dengan riasan memperburuk masalah ini, menjebak bakteri dan mengiritasi kulit.

Cara Meminimalkan Bahaya

Anda tidak harus berhenti menggunakan riasan untuk memiliki kulit yang sehat. Dengan memilih produk secara cermat, menyederhanakan rutinitas, dan mendukung pelindung kulit, Anda dapat menikmati riasan tanpa merusak warna kulit.

  • Hapus riasan setiap malam : Jangan tidur di dalamnya, karena dapat menyumbat pori-pori dan mengganggu mikrobioma kulit.
  • Pilih formula yang ramah kulit : Carilah produk nonkomedogenik dan bebas pewangi, terutama jika Anda rentan berjerawat. Pilihlah formula ringan dengan bahan pendukung penghalang seperti ceramide, squalane, gliserin, atau asam hialuronat. Hindari silikon berat, alkohol pengering, dan produk tahan air.
  • Bersihkan peralatan Anda : Cuci kuas dan spons dengan pembersih lembut setiap 7-10 hari dan biarkan hingga benar-benar kering.
  • Ganti produk kadaluwarsa : Produk lama menampung bakteri dan terurai, sehingga meningkatkan risiko iritasi.
  • Prioritaskan perawatan kulit : Riasan bukanlah pengganti pembersihan, pelembab, dan perlindungan terhadap sinar matahari. Mulailah dengan pembersih yang lembut, diikuti dengan serum dan pelembab, lalu oleskan spektrum luas SPF 30 atau lebih tinggi sebelum riasan. Gunakan pembersih minyak atau air misel di malam hari.
  • Beristirahatlah saat flare : Jika Anda memiliki kondisi kulit yang melebar, hentikan penggunaan riasan hingga jerawat mereda. Perkenalkan kembali produk satu per satu untuk mengidentifikasi pemicunya.
  • Konsultasikan dengan dokter kulit : Untuk masalah yang terus-menerus, carilah bimbingan profesional. Dermatologis dapat menyesuaikan pilihan riasan dan perawatan kulit serta mengatur pengujian tempel jika diperlukan.

Pada akhirnya, memakai riasan setiap hari tidaklah buruk. Masalah muncul karena bahan-bahan yang spesifik, penggunaan yang berlebihan, penghilangan yang tidak konsisten, dan perlindungan terhadap sinar matahari yang tidak memadai. Dengan membuat pilihan yang tepat dan mempraktikkan kebiasaan perawatan kulit yang baik, Anda dapat menikmati riasan tanpa merusak kulit Anda.