7 Makanan yang Harus Dihindari Saat Mengatasi Wasir

0
8

Wasir, pembengkakan pembuluh darah yang menyakitkan di rektum dan anus, adalah ketidaknyamanan yang umum. Meskipun perawatan seperti krim dan mandi sitz dapat meredakan gejala, diet memainkan peran penting dalam mengelola gejala. Pemilihan makanan yang tepat dapat melunakkan tinja, mengurangi ketegangan saat buang air besar, dan mencegah iritasi lebih lanjut. Sebaliknya, makanan tertentu bisa memperburuk masalah.

Artikel ini merinci tujuh jenis makanan yang harus Anda batasi atau hindari jika Anda menderita wasir. Memahami mengapa makanan ini penting adalah kuncinya: mengejan secara terus-menerus memberikan tekanan pada pembuluh darah yang sudah bengkak, sehingga memperburuk gejala.

1. Makanan Olahan Tinggi: Penyebab Sembelit

Keripik, kue kering, dan makanan ringan kemasan lainnya rendah serat dan sering kali mengandung gula dan lemak. Penelitian mengaitkan makanan ultra-olahan (UPF) dengan peningkatan sembelit. Roti putih dan sereal manis juga merupakan penyebab umum.

Menurut Dr. Alex Afshar, pendiri Hemorrhoid Institute, makanan-makanan ini menciptakan lingkaran setan: “Makanan ini rendah serat, jadi tinja Anda menjadi keras dan mengejan. Dan makanan ini tinggi lemak dan gula, yang memperlambat motilitas GI.” Pergerakan usus yang tertunda menyebabkan tinja menjadi lebih kering, keras, dan memperburuk gejala wasir.

2. Makanan Pedas: Iritasi yang Menyakitkan

Meskipun tidak terbukti secara ilmiah memperburuk wasir secara langsung, banyak orang melaporkan peningkatan rasa tidak nyaman setelah makan makanan pedas. Anish Sheth, seorang ahli gastroenterologi, menjelaskan: “Makanan pedas mengiritasi saat keluar…makanan tersebut dapat membuat penderita wasir menjadi lebih bergejala hanya karena menyakitkan pada lapisannya.”

Makanan pedas juga dapat merangsang buang air besar lebih sering sehingga menyebabkan peningkatan gesekan dan iritasi. Jika Anda menderita wasir, lanjutkan dengan hati-hati atau hindari hidangan pedas sama sekali.

3. Daging Olahan: Masalah Natrium dan Serat

Bacon, sosis, dan daging makan siang berkontribusi terhadap sembelit, seperti yang ditunjukkan dalam survei terhadap 204 orang yang mengalaminya. Mereka kekurangan serat dan sering kali tinggi natrium. Asupan natrium yang tinggi dapat menyebabkan dehidrasi dan pengerasan tinja lebih lanjut.

Serat sangat penting untuk konsistensi tinja, memindahkan kotoran melalui usus besar dan menyerap air. Tanpa serat atau hidrasi yang cukup, tinja menjadi sulit dikeluarkan sehingga meningkatkan ketegangan.

4. Kelebihan Kafein: Pedang Bermata Dua

Kafein belum tentu merupakan musuh, namun bisa menjadi masalah bagi sebagian orang. Meskipun dapat merangsang pergerakan usus, ia juga bersifat diuretik ringan, yang berpotensi menyebabkan dehidrasi.

Tetap terhidrasi sangat penting. Dehidrasi menyebabkan tinja menjadi lebih keras dan meningkatkan ketegangan pada pembuluh darah yang bengkak. Moderasi adalah kuncinya; hindari mengandalkan kopi sebagai sumber cairan.

5. Alkohol: Dehidrasi dan Vasodilatasi

Alkohol adalah diuretik lain yang meningkatkan produksi urin dan berkontribusi terhadap dehidrasi. Dehidrasi mengeraskan tinja, meningkatkan ketegangan. Selain itu, alkohol menyebabkan vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah), yang dapat memperburuk pembengkakan wasir.

Dr. Afshar menjelaskan: “Hal ini menyebabkan pembengkakan pembuluh darah hemoroid. Dan jika hal ini terjadi, hal ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman.”

6. Produk Susu Tinggi Lemak: Potensi Pencernaan Lambat

Asupan produk susu dalam jumlah sedang umumnya aman, tetapi produk susu berlemak penuh dalam jumlah besar dapat memperlambat pencernaan dan menyebabkan sembelit pada beberapa orang. Hal ini meningkatkan risiko mengejan.

Jika produk susu berlemak penuh tidak memengaruhi kebiasaan buang air besar Anda, Anda tidak perlu menghilangkannya, namun perhatikan bagaimana reaksi tubuh Anda.

7. Daging Merah: Transit Lambat dan Kurang Serat

Daging merah kekurangan serat dan dicerna dengan lambat, menyebabkan pergerakan usus menjadi lamban. Hal ini memperburuk sembelit dan mengobarkan wasir.

Keseimbangan itu penting. Konsumsi daging merah dalam jumlah sedang baik-baik saja jika Anda melengkapinya dengan makanan kaya serat dan tetap terhidrasi. Usahakan untuk mengonsumsi 25-30 gram serat setiap hari dari sumber seperti oat, apel, dan kacang-kacangan.


Jika perubahan pola makan tidak memperbaiki gejala dalam beberapa minggu, atau jika Anda mengalami pendarahan terus-menerus atau nyeri parah, konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan. Mungkin ada penyebab mendasar yang memerlukan pengobatan berbeda.

Pola makan ramah wasir menekankan serat dan hidrasi untuk melunakkan tinja, mengurangi ketegangan, dan meminimalkan iritasi. Mengabaikan faktor-faktor ini dapat memperpanjang ketidaknyamanan dan berpotensi memperburuk gejala.